BAB VI
HUBUNGAN PELANGGAN
Agar
mendapat keuntungan, suatu perusahaan harus menciptakan hubungan yang
menguntungkan dengan pelanggan mereka. Untuk
mencapai hal ini, pertama perusahaan harus mengidentifikasi tuas yang dapat
mereka gunakan untuk memperkuat berbagai tahap dari hubungan pelanggan. Dalam hal ini ditekankan pada bagaimana
perusahaan menggunakan internet untuk meningkatkan kesadaran pelanggan,
mendorong interaksi pelanggan, dan menciptakan pelanggan yang terkait dengan
perusahaan beserta produknya.
Apa itu Hubungan?
Hubungan (dalam
hal ini adalah perusahaan-pelanggan) adalah ikatan atau hubungan antara
perusahaan dan pelanggan. Ikatan ini dapat menjadi kuat, lemah, atau tidak ada. Ikatan tersebut dapat
bersifat intelektual (“Saya tahu bahwa saya tidak bisa mendapatkan kesepakatan
yang lebih baik di tempat lain”), emosional (“Saya merasa baik ketika saya
memakai sepatu Nike saya”), atau kombinasi (“Saya ingin tetap setia pada
almamater saya”). Hubungan
dapat dikategorikan setidaknya menjadi dua dimensi, yaitu jenis dan
keterlibatan.
Jenis Hubungan
Hubungan
berada pada sepanjang kontinum, dan diurutkan mulai dari komunal ke hubungan
berdasarkan timbal balik. Hubungan
komunal secara murni adalah altruistik, setiap orang berfokus pada
pemenuhan kebutuhan dan keinginan orang lain. Mereka berinteraksi tanpa adanya
persyaratan atau harapan yang akan mereka terima sebagai balasannya. Contoh dari hubungan komunal adalah hubungan yang terjadi
antara orangtua dengan anak, atau mereka antara keluarga dekat atau
teman-teman.
Sebaliknya, pihak dalam hubungan
timbal balik memberikan satu hal sebagai imbalan bagi orang lain. Ketika seseorang membantu yang lain, suatu kewajiban dibuat, dan
pada titik tertentu diharapkan bahwa kewajiban tersebut akan dilunasi. Hubungan antara
pembeli dengan penjual mungkin adalah contoh terbaik dari hubungan pertukaran
karena tujuan utama mereka adalah perdagangan produk atau jasa untuk
kepentingan keuntungan masing-masing pihak. Namun, hubungan
pertukaran ini dapat melibatkan manfaat emosional, sosial, dan psikologis serta
yang keuangan. Seseorang
mungkin membantu orang lain karena dia ingin menjadikan dirinya baik, atau
mungkin untuk menghindari rasa bersalah. Atau seseorang mungkin menawarkan
bantuan hanya karena ia menyadari bahwa ia kemungkinan akan membutuhkan bantuan
di masa depan.
Yang menjadi pertanyaan di sini adalah
dapatkah sebuah perusahaan online
menciptakan manfaat emosional, sosial, dan psikologis dalam proses pertukaran?
Derajat
rendah dari interaksi interpersonal dalam pertukaran berbasis web membuat hal
ini menjadi sulit, tetapi bukanlah tidak mungkin. Terdapat strategi untuk
perusahaan yang ingin meningkatkan aspek nonekonomi dari pertukaran. Sebagai contoh:
-
Menanamkan rasa percaya diri sangat penting
dalam situasi pembelian online.
-
Mengirimkan pesan yang salah kepada pelanggan dapat
menghambat pembentukan hubungan pembeli dan penjual.
-
Perusahaan dapat menciptakan pertukaran emosional dengan
mendukung badan amal.
-
Pemilihan secara hati-hati, pelatihan, dan penyebaran tenaga
pelayanan dapat berdampak pada perkembangan aspek nonekonomi dari hubungan
pembeli dan penjual.
-
Perusahaan dapat menciptakan hubungan online dengan hiburan atau informasi yang bernilai.
Keterlibatan Hubungan
Perkembangan hubungan timbal balik
adalah fungsi langsung dari tingkat keterlibatan pelanggan. Keterlibatan
di sini didefinisikan sebagai sejauh mana hubungan yang relevan dengan
pelanggan yaitu sejauh mana hal ini berkaitan dengan nilai, kepentingan atau
kebutuhan konsumen. Konsumen yang
memiliki minat yang kuat dalam kategori produk atau jasa selama jangka waktu yang
dikatakan memiliki keterlibatan kekal.
Sebaliknya, keterlibatan situasional
bersifat sementara dan hanya terjadi ketika seseorang melakukan suatu
aktivitas pembelian atau konsumsi.
Keterlibatan
adalah fungsi yang tidak hanya dari karakteristik produk, tetapi juga situasi
pembelian dan kepentingan pribadi konsumen. Faktor-faktor
tersebut dipertimbangkan dalam: pertama adalah kategori produk. Konsumen membentuk hubungan yang lebih emosional dengan merek
atau produk tertentu daripada dengan orang lain. Kedua, situasi pembelian. Membeli
sebotol anggur sebagai hadiah sangat berbeda dengan membeli sebotol anggur
untuk dikonsumsi sendiri. Keterlibatan pembelian kemungkinan akan lebih besar dalam
situasi pembelian hadiah karena konteks sosial dan kepedulian pembeli dengan
reaksi penerima. Ketiga yaitu tipe
konsumen. Tidak semua orang memiliki minat yang sama. Beberapa orang
sangat terlibat dalam memilih minuman ringan, sementara yang lain tidak peduli.
Beberapa orang sangat terlibat dalam pembelian jenis sepatu atletik
yang mereka kenakan, namun orang lain akan membeli merek apa pun yang dijual.
Tingkat keterlibatan terkait dengan bagaimana orang melihat diri mereka
sendiri dan bagaimana mereka ingin orang lain melihat diri mereka.
Mengapa Perusahaan ingin Menjalin Hubungan dengan Pelanggan
Mereka?
Perusahaan tidak memiliki hubungan dengan pelanggan
yang tidak menunjukkan nilai apapun pada transaksi sebelumnya atau yang tidak
mengharapkan untuk berinteraksi lagi dengan perusahaan di masa depan. Jenis pelanggan ini tidak memiliki
loyalitas kepada perusahaan dan akan pergi ke tempat lain jika perusahaan tidak
memberikan nilai yang dapat diterima pada setiap transaksi. Lamanya hubungan pembeli dan penjual mungkin
menyebabkan pelanggan untuk:
-
Mengantisipasi perasaan positif agar tetap setia
kepada penjual
-
Percaya bahwa penjual akan memberikan nilai yang baik. Kepercayaan tersebut juga dapat
menuntun pelanggan untuk membatalkan rencana mereka dalam memeriksa situs web
pesaing.
-
Merasa bahwa merek tersebut mewakili siapa dia (konsumen),
karena merek tersebut memiliki nilai yang sama. Perasaan ini
menyebabkan pelanggan untuk mempromosikan penjual pada teman-teman, keluarga,
dan kenalan.
-
Mencari dan aktif membaca materi promosi penjual.
Memahami Nilai dari Hubungan
Pelanggan
Asumsi dasar dari manajemen hubungan pelanggan, yang juga
disebut sebagai CRM (Customer
Relationship Management), adalah bahwa mempertahankan hubungan jangka
panjang dengan pelanggan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. CRM
memang membutuhkan biaya. Perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk memahami preferensi
konsumen, pola pembelian, dan nilai-nilai. Namun biaya tersebut nantinya dapat menciptakan keuntungan bagi
perusahaan. Berikut adalah
alasan mengapa hubungan pelanggan dapat meningkatkan profitabilitas:
-
Biaya akan lebih murah untuk melayani
pelanggan yang sudah ada daripada mencari pelanggan baru. Perusahaan tidak harus berinvestasi dalam
strategi ini untuk mengidentifikasi para pelanggan dan meyakinkan mereka bahwa
perusahaan adalah mitra transaksi yang pantas, dengan asumsi bahwa mereka
dilayani secara layak dalam transaksi mereka sebelumnya.
-
Beberapa bukti menunjukkan bahwa pelanggan yang sudah ada
akan membayar harga yang lebih tinggi daripada pelanggan baru, bahkan setelah
penawaran dipertimbangkan.
-
Hubungan antara pembeli dan penjual
yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa pelanggan akan mengungkapkan informasi
pribadi mereka sehingga hal ini dapat meningkatkan kapasitas perusahaan untuk targeting.
Mengukur Nilai Perusahaan
Usaha perusahaan tidak cukup hanya
dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Kedua, persyaratan penting
untuk membangun hubungan yang kuat yang meningkatkan frekuensi dan
profitabilitas perilaku pembelian. Perusahaan
hanya menginginkan hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan, dan itu
biasanya pelanggan yang masuk dalam segmen pengguna berat.
Bagaimana perusahaan mengukur nilai
seumur hidup dari pelanggan?
Mereka harus membuat beberapa asumsi penting tentang biaya dari waktu,
pemasaran dan layanan per pelanggan, kontribusi kotor yang diharapkan, dan
tingkat suku bunga.
Dalam
rangka untuk menghitung nilai pelanggan atau segmen pelanggan, perusahaan harus
mengembangkan dan memelihara database dari aktivitas pelanggan. Selanjutnya, perusahaan harus membuat model matematika
yang menggabungkan rangkaian asumsi tentang pelanggan dan bagaimana mereka akan
berperilaku dari waktu ke waktu.
Tahapan dari Sebuah Hubungan
Suatu hubungan antara pelanggan tertentu dengan bisnis
diperkirakan memiliki empat tahap: kesadaran, eksplorasi/ ekspansi, komitmen,
dan pembubaran. Penting untuk dicatat bahwa
pelanggan tidak selalu melewati keempat tahap tersebut. Beberapa
pelanggan yang berhenti pada tahap kesadaran, tidak pernah mengeksplorasi
hubungan dengan perusahaan. Pelanggan lain
mungkin melompat langsung dari kesadaran menuju komitmen, bisa dikatakan
pelanggan tersebut mengalami cinta pada pandangan pertama pada produk atau jasa
tersebut.
Hal ini juga penting untuk menunjukkan bahwa banyak
pelanggan tetap berkomitmen untuk perusahaan selama periode tertentu, tanpa
rencana untuk menghentikan hubungan tersebut. Kerangka ini
berguna karena mendorong perusahaan-perusahaan untuk berpikir tentang bagaimana
proporsi pelanggan yang berada pada setiap tahapan proses, jenis konsumen mana
yang paling berharga, dan kegiatan atau tuas yang bagaimana yang dapat
digunakan untuk memindahkan konsumen pada hubungan yang berkomitmen.
Kesadaran
Pada
tahap kesadaran, pelanggan mengakui bahwa perusahaan adalah mitra transaksi yang
memungkinkan tetapi pelanggan belum memulai komunikasi dengan perusahaan atau
membeli salah satu produk perusahaan
Ada
beberapa strategi yang penting dalam menciptakan kesadaran pelanggan:
-
Membuat alamat situs web yang sederhana
sehingga lebih mudah bagi pelanggan untuk mengingatnya.
-
Sebuah kesadaran sering ditingkatkan dengan
konsistensi antara merek ibu dan merek internet.
-
Sebuah upaya yang terkoordinasi di
seluruh media online dan offline
dapat mendorong kesadaran pelanggan.
Eksplorasi/ Ekspansi
Pada
tahap eksplorasi/ ekspansi, pelanggan mempertimbangkan kemungkinan transaksi
dan mungkin memulai pembelian percobaan. Jika tahap komitmen adalah
sejalan dengan pernikahan, maka tahap eksplorasi adalah sama dengan kencan. Kedua pihak, khususnya konsumen, mengumpulkan
informasi yang memungkinkan mereka untuk memilih apakah akan membangun ikatan
yang lebih kuat dengan yang lain.
Untuk hubungan B2B, ini sedikit
berbeda dibandingkan dengan hubungan B2C, karena perusahaan B2B cenderung
memiliki lebih sedikit pelanggan tetapi memiliki volume pembelian yang lebih
tinggi. Akibatnya,
eksplorasi dalam pengaturan B2B cenderung melibatkan tahap tawar menawar yang
lebih besar melalui tatap muka pada harga, syarat pembayaran, volume diskon,
dukungan perdagangan, dan desain produk. Tahap eksplorasi pada kedua jenis
bisnis baik B2B dan B2C berfokus pada daya tarik (pelanggan dimotivasi untuk
mengembangkan hubungan dengan perusahaan hanya sebatas bahwa perusahaan adalah
mitra transaksi yang menarik atau yang diinginkan.); pengembangan kepercayaan
dan norma-norma; pembentukan hubungan kekuasaan (kemampuan untuk mempengaruhi
konsumen), dan kepuasan.
Sebuah studi baru-baru ini
mengidentifikasi tujuh faktor yang menyebabkan timbulnya kepercayaan dalam
transaksi B2B secara online:
·
Merek: pengakuan dan reputasi memainkan peran penting dalam
mengembangkan kepercayaan online. Merek
yang kuat memiliki keuntungan dari tingkat kesadaran yang tinggi dan asosiasi
positif di benak konsumen.
·
Peringkat pihak ketiga: perusahaan tanpa track record dapat meningkatkan
kepercayaan melalui sertifikasi oleh organisasi pihak ketiga.
·
Keamanan dan privasi: pengunjung harus yakin bahwa transaksi
yang dilakukan adalah aman. Sementara
bagi konsumen yang paling khawatir tentang informasi kartu kredit mereka,
perusahaan B2B lebih peduli tentang informasi penjualan mereka agar tidak bocor
kepada pesaing.
·
Teknologi: kepercayaan dipengaruhi oleh tingkat keseluruhan
dan stabilitas teknologi dari sebuah situs. Website
yang tidak dapat dipercaya dan menggunakan teknologi yang ketinggalan jaman
akan menurunkan kepercayaan konsumen; tingkat personalisasi yang tinggi,
kecepatan, dan aspek lain dari kinerja website
akan meningkatkan kepercayaan konsumen.
·
Pemenuhan pesanan: perusahaan harus berkomitmen untuk
bekerja secara cepat, akurat, dan dapat diandalkan dalam hal pemenuhan pesanan,
dan mereka harus mengkomunikasikan hal tersebut kepada pengunjung situs
·
Dukungan dan layanan pelanggan: sebuah studi
menemukan bahwa layanan pelanggan yang buruk dapat menghambat pertumbuhan
bisnis B2B secara online. Ada
beberapa cara yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi layanan pelanggan
seperti komunikasi secara langsung, melalui internet, telepon, dan interaksi
lainnya.
·
Manajemen pengetahuan: terdapat studi yang merekomendasikan
perusahaan B2B agar memiliki tim manajemen khusus yang terdiri dari para ahli
tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga kebutuhan pelanggan.
Komitmen
Pada tahap komitmen, para pihak
dalam suatu hubungan memiliki kewajiban atau tanggung jawab dengan satu sama
lain. Beberapa
peneliti berpendapat bahwa komitmen yang terbaik tercermin dari tiga jenis
perilaku yang ditunjukkan oleh para pihak dalam suatu hubungan. Indikator
pertama dari komitmen adalah sejauh mana pihak yang terlibat berkontribusi
dalam suatu hubungan. Indikator kedua dari
komitmen adalah sejauh mana masing-masing pihak berinvestasi dalam aspek
hubungan yang mungkin untuk mendorong mereka melakukan interaksi di masa depan.
Indikator yang terakhir adalah sebuah komitmen merupakan konsistensi dari
hubungan timbale balik. Meningkatkan interaksi antara penjual dan pembeli juga
akan meningkatkan stabilitas hubungan dari penjual dan pembeli.
Pembubaran
Pembubaran yaitu terjadi ketika satu atau kedua belah pihak telah
memutuskan hubungan. Satu
studi menunjukkan bahwa rata-rata, perusahaan-perusahaan di AS kehilangan
pelanggan mereka setiap lima tahun lalu yang menjadi pertanyaan adalah apa yang
menyebabkan hilangnya komitmen yang akhirnya mengarah ke pembubaran? Alasannya adalah:
-
Adanya alternatif produk yang lebih baik, atau pelanggan
mungkin hanya ingin sesuatu yang berbeda.
-
Transaksi di dunia online
dapat memutuskan hubungan pelanggan sebagai akibat langsung dari kelalaian atau
sifat apatis dari penjual.
-
Pembubaran dapat dipicu oleh kegagalan inti pemasaran
seperti respon pelayanan yang buruk, adanya produk atau jasa yang buruk, atau
masalah etika dengan perusahaan atau karyawan.
-
Pelanggan hanya membutuhkan beberapa kategori produk pada
masa tertentu saja. Misalnya, pembelian musik, video game, dan
sepatu atletik cenderung berkurang setelah melewat masa remaja.
Karena mencari pelanggan baru
umumnya membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan
yang sudah ada, perusahaan biasanya ingin menghindari pembubaran. Namun dalam beberapa kasus perusahaan mendapatkan
keuntungan dari “mengorbankan” pelanggan. Sebagai contoh:
-
Beberapa pelanggan terus beralih kapan saja perusahaan
menawarkan harga terbaik.
-
Beberapa pelanggan mungkin telah melanggar norma-norma
masyarakat.
-
Meskipun ada beberapa pelanggan adalah pembelian berat,
mungkin juga mereka adalah pemeliharaan yang baik. Sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan
dari pemeliharaan akan berkurang.
-
Perusahaan mungkin mengubah target pasar atau strateginya
sehingga beberapa pelanggan yang sudah ada tidak bisa lagi dilayani secara
menguntungkan.
Interaktivitas
Interaktivitas didefinisikan sebagai
hubungan komunikasi dua arah antara perusahaan dan pelanggan. Yang paling berperan dalam komunikasi
dua arah, tentu saja, di antara manusia dengan manusia. Meskipun
tidak sepenuhnya dikembangkan, terdapat mekanisme yang memfasilitasi
keterlibatan komunikasi antara Internet dan manusia, meliputi:
-
Sistem penjualan ritel di mana pengelola toko bertanggung
jawab untuk pelayanan pelanggan melalui Internet.
-
Koordinasi antara Internet dan tenaga pelayanan ritel.
-
Chat room untuk masalah yang terkait dengan
produk. Pada sebuah forum para pelanggan dapat bertukar informasi dengan satu
sama lain sehingga perusahaan juga mendapat informasi dari forum tersebut.
Individualisasi
Tingkat
individualisasi mencerminkan sejauh mana interaksi antara perusahaan dengan
pelanggan diciptakan atau disesuaikan dengan pengguna individu. Informasi individualisasi yang rendah didistribusikan ke
kelompok pengguna dalam cara yang sama seperti halnya surat kabar yang
diedarkan.
Sebaliknya, interaksi individualisasi yang tinggi mengirimkan informasi
yang dispesifikkan pada pelanggan.
Jenis informasi ini mulai dari informasi yang sangat pribadi (seperti
informasi rekening, laporan transaksi, atau tagihan) sampai pilihan laporan
yang disesuaikan seperti dari domain publik (seperti hasil Yahoo! Search).
Download file di sini:
Link:
Dosen: Nanang Suryadi
Kelas: E-Commerce BB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar