HTML5
HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk
menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah
teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah
revisi kelima dari HTML (yang pertama
kali diciptakan pada tahun 1990 dan versi
keempatnya, HTML4, pada tahun 1997
dan hingga
bulan Juni 2011 masih dalam
pengembangan. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki
teknologi HTML agar mendukung
teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti
oleh mesin.
HTML5 merupakan salah satu karya Konsortium Waring Wera Wanua (World Wide
Web Consortium, W3C) untuk mendefinisikan sebuah bahasa markah tunggal yang
dapat ditulis dengan cara HTML ataupun XHTML. HTML5 merupakan jawaban atas
pengembangan HTML 4.01 dan XHTML 1.1 yang selama ini berjalan terpisah, dan
diimplementasikan secara berbeda-beda oleh banyak perangkat lunak pembuat web.
Sejarah
Kelompok Kerja Teknologi Aplikasi
Web Hyperteks (Web Hypertext Application Technology Working Group,
WHATWG) mulai membuat standar baru ini pada tahun 2004 ketika
Konsortium W3C sedang fokus pada pengembangan XHTML 2.0 di masa depan,
sementara HTML 4.01 belum pernah diperbarui sejak tahun 2000. Sejak tahun 2009, W3C dan
WHATWG bekerja sama dalam pengembangan HTML5 setelah W3C mengakhiri Kelompok
Kerja Pengembangan XHTML 2.0.
Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh
para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan
bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak
dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di
web."
Proses
standardisasi W3C
Kelompok kerja untuk teknologi
aplikasi web hypertext (WHATWG) mulai menspesifikasikan HTML5
pada bulan juni 2004 dengan nama Web Applications 1.0., hingga pada bulan maret
2010 spesifikasi ini masuk ke bagian draft standar di WHATWG, dan ke dalam
bagian pengurusan draft di W3C. Ian Hickson mewakili Google ,Inc menjadi editor
HTML5.
Pada tahun 2007
Spesifikasi HTML5 diadopsi sebagai pekerjaan permulaan untuk grup baru yang
mengurus HTML di World Wide Web Consorsium (W3C). Grup ini pertama kali
mempublikasikan hasil draft pekerjaan pertama mereka pada tanggal 22 januari
2008.[7] Spesifikasi
ini berstatus dalam tahap pengerjaan, dan diperkirakan akan tetap demikian
selama bertahun-tahun, meskipun sebagian dari HTML5 sudah dalam tahap
penyelesaian dan diimplementasikan pada penjelajah web sebelum keseluruhan
spesifikasinya mencapai status rekomendasi final.
Berdasarkan
pada jadwal kerja W3C, HTML5 diperkirakan menjadi kandidat rekomendasi pada
akhir tahun 2010. Namun, publikasi pertama draft HTML 5 meleset selama 8 bulan.
Permintaan dokumen terakhir dan tahap kandidat rekomendasi diharapkan dapat
dicapai pada tahun 2008, tetapi hingga bulan Juli 2010 HTML 5 masih dalam
tahapan draft pengerjaan di W3C. WHATWG telah meminta penyelesaian terakhir untuk HTML5
sejak bulan oktober tahun 2009.
Editor HTML5,
Ian Hickson, berharap spesifikasi HTML5 dapat mencapai tahap kandidat
rekomendasi pada tahun 2012. Kriteria di W3C agar sebuah spesifikasi dapat
berstatus - Direkomendasikan - adalah "yang kedua: 100% selesai dan
penerapannya dapat dilakukan pada dua atau lebih sistem yang berbeda".
Pada wawancaranya dengan TechRepublic, Hickson memperkirakan hal ini baru akan
terjadi pada tahun 2022 atau setelahnya. Meski demikian, banyak bagian dari
spesifikasi sudah stabil dan telah dapat diterapkan pada produk.
Markup
Pada HTML 5 diperkenalkan beberapa
elemen baru dan atribut yang merefleksikan tipikal penggunaan website modern.
Beberapa diantaranya adalah pergantian yang bersifat semantik pada blok yang
umum digunakan: yaitu elemen (<div>) dan inline (<span>), sebagai
contoh (<span>) (sebagai blok navigasi website) dan <footer>
(biasanya dikaitkan pada bagian bawah suatu website atau baris terakhir dari
kode html). Banyak elemen lain yang memberikan kegunaan baru melalui antar muka
yang telah distandarkan, seperti elemen multimedia <audio> dan
<video>. Beberapa elemen yang telah ditinggalkan
juga ditiadakan, termasuk elemen presentasi semata seperti <font> dan
<center>, yang sebenarnya dapat dikerjakan menggunakan Cascading
Style Sheet (CSS).
API baru
Untuk menambah
keluwesan pemformatan, pada HTML5 telah dispesifikasikan pengkodean application programming interfaces (APIs). antarmuka
document object model (DOM) yang ada dikembangkan dan fitur de facto
didokumentasikan. Beberapa APIs terbaru pada HTML5 antara lain:
·
Elemen canvas, sebagai mode
untuk menggambar object dua dimensi (2D). Lihat spesifikasi 1.0 untuk canvas
2D.
·
Timed media playback.
·
Penyuntingan dokumen
·
Cross-document messaging
·
Manajemen sejarah kunjungan penjelajah
web
·
Tipe MIME dan penanggung jawab protokol
registrasi.
Tidak semua teknologi di atas
dimasukkan pada spesifikasi HTML5 W3C, meski teknologi tersebut telah termaktub
dalam spesifikasi milik WHATWG HTML. Beberapa teknologi yang juga terkait namun tidak
dijadikan bagian dalam spesifikasi HTML5 W3C dan WHATWG HTML5 adalah :
·
API Database terindeks, mode
penyimpanan hierarkis key-value (WebSimpleDB).
·
Web Speech API
Perbedaan
dengan HTML 4.01 dan XHTML 1.x
Berikut disajikan beberapa contoh perbedaan yang
spesifik.
·
Aturan baru saat melakukan parsing berorientasi
pada towards dan kompatibilitas; tidak berbasis pada SGML
·
Elemen baru: article, aside, audio,
canvas, command, datalist, details, embed, figcaption, figure, footer, header,
hgroup, keygen, mark, meter, nav, output, progress, rp, rt, ruby, section,
source, summary, time, video, wbr
·
Atribut global (atribut berikut dapat
diterapkan pada setiap elemen html) : id, tabindex, hidden, data-*
(atribut data kustom)
·
Selain dapat bernilai GET atau POST,
elemen attribut <form> kini telah mendukung nilai PUT dan DELETE.
(Sebagai contoh kasus lihat Representational State Transfer)
·
Elemen yang telah deprecated secara
bersamaan akan dihapus: acronym, applet, basefont, big, center, dir, font,
frame, frameset, isindex,
noframes, s, strike, tt, u
Kunjungi dev.w3.org untuk melihat
pembaharuan draft terkini antara HTML5 dan HTML4, tautan ini
menyediakan secara lengkap berbagai daftar tambahan, penghapusan, dan perubahan
yang terjadi di dalam spesifikasi HTML5.
Penanganan
kesalahan
Sebuah peramban web HTML5 (text/html)
akan fleksiblel dalam menangani kesalahan sintaks. HTML5 telah didesain agar
peramban web lama dapat dengan aman mengabaikan konstruksi HTML5 yang baru.
Perbedaan mendasar dengan HTML 4.01 adalah spesifikasi HTML5 memberikan aturan
detail untuk meleksikalkan dan memparsing sebagai
persyaratan agar berbagai peramban web tetap memberikan hasil yang sama saat
terjadi kesalahan sintaks. Meskipun HTML5 telah memiliki perilaku konsisten
untuk menangani dokumen-dokumen "Tag Soup", dokumen
seperti ini tidak dapat dikatakan telah memenuhi standar HTML5.
Logo HTML5
Logo
resmi HTML5
oleh W3C
Pada 18 Januari 2011, W3C
memperkenalkan sebuah logo untuk representasi penggunaan dan tujuan HTML5.
Tidak seperti logo lain yang sebelumnya telah diperkenalkan W3C, logo ini tidak
mengisyaratkan validitas atau kesesuaian terhadap standar tertentu. Logo ini
menjadi logo resmi sejak 1 April 2011.
Saat logo ini pertama kali
diperkenalkan ke muka publik, W3C menyatakan logo HTML5 ini sebagai sebuah
"identitas visual secara umum bagi kumpulan berbagai teknologi open web,
termasuk HTML5 CSS, SVG, WOFF, dan
lainnya." Beberapa pendukung standar web, termasuk Proyek Standar Web (The
Web Standards Project), mengkritik definisi "HTML5" sebagai
istilah umum, terutama bahwa terjadi pengaburan terminologi dan potensi
munculnya miskomunikasi. Tiga hari kemudian, W3C menanggapi umpan balik
komunitas dengan mengubah definisi logo ini, yakni dengan menghapus bagian
kesertaan berbagai teknologi terkait. W3C lantas menyatakan logo ini
"representasi HTML5, si batu penjuru dari berbagai Aplikasi Web modern.
Kode-kode HTML5
HTML5 adalah
versi terbaru dari Hypertext Markup Language, sebenarnya tediri dari tiga jenis
kode: HTML, yang membangun struktur, Cascading Style Sheets (CSS), yang memberi
sentuhan tampilan, dan JavaScript, yang membuat sesuatu terjadi. HTML5 didesain
untuk memberikan hampir semua yang Anda ingin lakukan secara online tanpa
memerlukan software tambahan seperti plugin browser. Baik applikasi , game,
musik, responsive website dan movie bahkan Anda dapat membangun aplikasi yang
sangat rumit bekerja dibrowser Anda dengan HTML 5. Fitur baru seperti video
playback dan fungsi drag-and-drop yang sebelumnya tergantung pada pihak ketiga
browser plug-in seperti Adobe Flash, Microsoft Silverlight, dan Google Gears.
HTML5 memperkenalkan
sejumlah elemen dan atribut baru yang membantu dalam membangun website modern.
Berikut ini adalah fitur yang terpenting diperkenalkan pada HTML5:
- New Semantic Elements: Ini seperti pada elemen <header>, <footer>, and <section>.
- Forms 2.0: Perbaikan form web HTML di mana atribut baru telah diperkenalkan tag <input>.
- Persistent Local Storage: Untuk menghilangkan ketergantungan pada plugin pihak ketiga.
- WebSocket: Sebuah generasi teknologi terbaru komunikasi dua arah untuk aplikasi web.
- Server-Sent Events: memperkenalkan even yang mengalir dari web server ke web browser yang disebut Server-Sent Events (SSE).
- Canvas: Ini mendukung gambar dua dimensi surface yang dapat diprogram dengan JavaScript.
- Audio & Video: Anda dapat menanamkan/embed audio atau video pada halaman web Anda tanpa menggunakan plugin pihak ketiga.
- Geolocation: Pengunjung dapat memilih untuk berbagi lokasi fisik mereka dengan aplikasi web Anda..
- Microdata: Ini memungkinkan Anda membuat kosakata Anda sendiri di luar HTML5 dan memperluas halaman web Anda dengan kostum semantics.
- Drag and drop: Drag dan drop item dari satu lokasi ke lokasi lain pada halaman web yang sama.
Doctype
HTML5 memerlukan
DOCTYPE yang ditentukan untuk memastikan bahwa browser merender atau membaca
halaman situs dalam mode standar. Deklarasi DOCTYPE untuk sintaks HTML dan
bersifat case-sensitive, <DOCTYPE html!>. Doctypes dari versi
sebelumnya dari HTML lebih panjang karena masih berbasis SGML dan karena itu
diperlukan suatu referensi untuk DTD. Dengan HTML5 ini tidak lagi digunakan dan
browser hanya memerlukan syntax yang lebih sederhana, <DOCTYPE html!>.
HTML5 DOCTYPE
<!DOCTYPE html>
Vesri HTML sebelumnya DOCTYPE
menggunakan rerferensi DTD, seperti contoh ini:
HTML
4.01
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD
HTML 4.01 Transitional//EN”
“http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”>
XHTML
1.0
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD
XHTML 1.0 Strict//EN”
“http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd”>
HTML5 Character Sets
Untuk menampilkan
halaman HTML dengan benar, browser harus tahu apa Character Sets (charset) yang
digunakan. Pada HTML 5 charset Anda dapat menggunakan elemen <meta> dengan
atribut charset yang menentukan pengkodean.
Berikut adalah contoh sederhana:
<meta charset="UTF-8">
Contoh di atas dapat menggantikan
pemakaian <meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html;
charset=UTF-8″>meskipun sintaks tersebut masih diperbolehkan.
Contoh struktur dokumen HTML5 minimum:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>...</title>
</head>
<body>
<header>...</header>
<nav>...</nav>
<article>
<section>
...
</section>
</article>
<aside>...</aside>
<footer>...</footer>
</body>
</html>
Elemen-elemen Baru di HTML5:
- Elemen <canvas> untuk menggambar 2D
- Elemen <video> dan <audio> untuk media player
- Support local storage
- Konten spesifik elemen baru, seperti <article>, <footer>, <header>, <nav>, <section>
- Kontrol form baru, seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search
Daftar
lengkap elemen baru di HTML5
|
Tag
|
Description
|
|
<article>
|
Mendefinisikan sebuah artikel
|
|
<aside>
|
Mendefinisikan konten selain dari
konten halaman/post
|
|
<audio>
|
Mendefinisikan konten audio
|
|
<canvas>
|
Digunakan untuk menggambar grafik, on
the fly, melalui scripting (JavaScript biasanya)
|
|
<command>
|
Mendefinisikan tombol perintah untuk
dapat memanggil
|
|
<details>
|
Mendefinisikan rincian tambahan bahwa
pengguna dapat melihat atau menyembunyikan
|
|
<datalist>
|
Menentukan daftar pilihan standar
untuk kontrol input
|
|
Mendefinisikan sebuah wadah untuk
aplikasi eksternal (non-HTML)
|
|
|
<header>
|
Mendefinisikan sebuah dokumen atau
bagian header
|
|
<figure>
|
Menentukan konten mandiri
|
|
<footer>
|
Mendefinisikan sebuah dokumen atau
bagian footer
|
|
<hgroup>
|
Groups heading (<h1> to
<h6>) elemen
|
|
<mark>
|
Mendefinisikan teks yang ditandai /
disorot
|
|
<output>
|
Mendefinisikan hasil penghitungan
|
|
<source>
|
Mendefinisikan beberapa sumber media
untuk elemen media (<video> dan <audio>)
|
|
<summary>
|
Mendefinisikan sebuah visible heading
untuk elemen <details>
|
|
<time>
|
Mendefinisikan tanggal / waktu
|
|
<video>
|
Mendefinisikan sebuah video atau film
|
|
<section>
|
Mendefinisikan bagian dalam dokumen
|
Daftar
lengkap elemen yang tidak dipakai lagi (obsolete) di HTML5, antara lain:
|
Tag
|
Description
|
|
<acronym>
|
Mendefinisikan sebuah akronim
|
|
<basefont>
|
Menentukan warna standar, ukuran, dan
font untuk semua teks dalam dokumen
|
|
<big>
|
Mendefinisikan ukuran teks besar
|
|
<center>
|
Mendefinisikan posisi teks dicenter
|
|
<dir>
|
Mendefinisikan direktori list
|
|
<font>
|
Mendefinisikan font, warna, dan ukuran
untuk teks
|
|
<frame>
|
Mendefinisikan sebuah window (frame)
dalam sebuah frameset
|
|
<frameset>
|
Mendefinisikan satu set frame
|
|
<strike>
|
Mendefinisikan teks strikethrough
|
|
<noframes>
|
Mendefinisikan sebuah konten
alternatif bagi pengguna bahwa konten tidak mendukung frame
|
|
<applet>
|
Mendefinisikan sebuah applet embed
|
Juga elemen saperti <blink>, <marquee>,
<multicol>, <tt> juga telah ditinggalkan penggunaanya di
struktur HTML5.
Selain elemen-elemen diatas ada juga fitur “conforming” pada
HTML5, seperti penggunaan attribut pada elemen tertentu. Attribut baru HTML 5
antara lain:
|
Tag
|
Description
|
|
draggable
|
Menentukan apakah suatu unsur adalah
draggable atau tidak
|
|
contextmenu
|
Menentukan menu konteks untuk suatu
elemen. Menu konteks muncul ketika pengguna mengklik kanan pada elemen
|
|
Hidden
|
Menentukan bahwa elemen belum, atau
tidak lagi, relevan
|
|
spellcheck
|
Mendefinisikan posisi teks dicenter
|
|
dropzone
|
Mendefinisikan direktori list
|
|
contenteditable
|
Mendefinisikan font, warna, dan ukuran
untuk teks
|
|
itemprop
|
Digunakan untuk group item
|
Pada HTML 5 penulisan
atribut hanya dapat ditentukan pada tag awal dan tidak boleh digunakan dalam
tag akhir. Atribut HTML5 adalah case sensitif dan dapat juga ditulis dalam
huruf besar semua atau mix, akan tetapi konvensi yang paling umum adalah tetap
menggunakan huruf kecil.
Berikut adalah contoh
penulisan dari atribut HTML5 yang menggambarkan bagaimana untuk menandai sebuah
elemen divdengan atribut class dengan menggunakan
nilai “contoh“:
<div>...</div>
Sebuah fitur baru yang juga
diperkenalkan di HTML 5 adalah penambahan atribut data kustom (Custom
Attributes).
Sebuah atribut data kustom dimulai
dengan data- dan akan diberi nama berdasarkan kebutuhan Anda.
Berikut adalah contoh sederhana :
<div data-subject="physics" data-level="complex">
...
</div>
Contoh diatas adalah penulisan attribut yang valid HTML5
dengan dua atribut khusus yang disebut data-subjek dan data-level.
Anda akan bisa mendapatkan nilai-nilai dari atribut dengan menggunakan
JavaScript API atau CSS dengan cara yang sama seperti yang Anda gunakan untuk
atribut standar.
Tag
Dasar HTML
Komponen
dasar dari suatu dokumen HTML terdiri dari tag elemen HTML, HEAD dan BODY.
Berikut ini adalah penjelasan dari Tag Elemen tersebut:<html>
<head>
<title>TUGAS 2 </title>
</head>
<body>
tugas 2 mengenai Indonesia
</body>
</html>
1. Tag pertama pada dokumen HTML diatas adalah: " <html>" tag ini merupakan awal dari suatu dokumen HTML, dan tag " </html>" merupakan akhir dari dokumen HTML. Isi keseluruhan dari suatu dokumen HTML selalu berada diantara tag <html>…</html>.
2. Kemudian tag " <head>…</head>" (header) adalah informasi dari dokumen HTML. Informasi di dalam header meliputi: title, meta, style, script dll. Selain Title informasi di dalam header ini nantinya tidak akan di tampilkan di web browser.
3. Tag berikutnya adalah " <title>…</title>" merupakan bagian dari Head, tag ini adalah sebagai Titel dari dokumen HTML, titel ini akan tampil di titel dan tab browser. Sebagai contoh sewaktu anda membuka file contoh diatas perhatikan akan muncul tulisan "Tugas 2".
4. Tag "<body>…</body>" merupakan isi dari suatu dokumen HTML yang akan ditampilkan di web browser, yang terdiri dari berbagai macam format file berupa teks, grafik, link, animasi maupun audio-video (multimedia).
5. Terdapat banyak kode kode dasar tertentu untuk mendukung pembuatan halaman web seperti:
·
Tag untuk mengubah atau mengedit text
dalam sebuah dokumen HTML 5
1. <b> </b> untuk membuat huruf
menjadi tebal atau bold
2. <i> </i> untuk membuat huruf
menjadi miring atau italic
3. <u> </u> untuk membuat huruf
menjadi bergaris bawah atau underline
·
Tag untuk mengatur paragraf:
1. <p>
</p> ini untuk membuat paragraph
2. <br> untuk membuat baris baru
3. <center></center>
untuk membuat tulisan menjadi ditengah atau center
·
Tag membuat bullets dan numbering
1. <ul></ul> ini untuk membuat
bullets
2. <ol></ol>ini untuk membuat
numbering
3. <li></li> ini bagian dari tag ul
ataupun il
·
Tag untuk mengubah-ubah warna pada text
:
1. <FONT
SIZE=”text” COLOR=”text” FACE=”text”>text</FONT>.
Keterangan, SIZE untuk mengubah
ukuran huruf , COLOR untuk mengubah warna, lalu FACE untuk mengubah jenis
huruf.
Alasan-alasan
menggunakan html 5
Berikut ini alasan-alasan menggunakan html
5:
1.
Accessibility
HTML5
membuat situs mudah diakses karena dua alasan
utama: semantik dan ARIA. Tag Baru (beberapa) untuk HTML pos seperti
<header>, <footer>, <nav>, <section>, <aside>,
dll memungkinkan browser untuk mengakses konten dengan mudah. Sebelumnya, kita
hanya menentukan hal tersebut dengan tag <div> dan menggunakan atribut id
ataupun class. Dengan tag html5 yang baru browser dapat memeriksa dokumen HTML
dengan lebih baik.
ARIA
adalah spesifikasi W3C yang mempunyai peran spesifik dalam mengatur
elemen-elemen dalam dokumen HTML. Untuk lebih dalam diskusi mendalam tentang
HTML5 dan ARIA silahkan kunjungi url WAI ini.
2.
Video and Audio Support
HTML5
membuat video dan audio anda benar-benar diakses
dengan tag <video> dan tag <audio>. Tag
video dan audio ini dibuat hampir sama dengan tag untuk image/gambar
yaitu :<video src=”url”/>. Tapi bagaimana dengan semua parameter
seperti tinggi, lebar dan autoplay? Jangan khawatir sobat, kita tinggal
mendefinisikan atribut-atribut dalam tag seperti halnya elemen HTML lainnya :
<video src=”url” width=”640px” height=”380px” autoplay/>.
Kelebihan HTML 5
1. Merupakan bahasa penkodean yang lintas platform (cross
platform), maksudnya HTML dapat digunakan pada berbagai jenis mesin komputer
yang berbeda dan berbagai macam sistem operasi yang berbeda. Jadi bersifat
fleksibel karena ditulis cukup dengan menggunakan editor karakter ASCII.
2. Dapat disisipi gambar baik gambar statis atau dinamis
(animasi) termasuk menggunakan gambar untuk dijadikan hyperlink.
3. Dapat disisipi animasi berupa Java Applet atau file-file
animasi dari Macromedia Flash atau Macromedia Shockwave (untuk keperluan ini,
browser harus memiliki plug-in khusus untuk menjalankan file-file animasi ini).
4. Lebih
simple
Pembaharuan
pada HTML 5 memudahkan kalangan web developer untuk membuat halaman HTML karena
tag yang digunakan menjadi lebih singkat. Beberapa pembaharuan tersebut antara
lain:
·
Doctype yang lebih simple
Pada HTML versi sebelumnya, doctype
yang digunakan untuk mendefinisikan tipe versi.
·
Charset yang lebih simple
Pada HTML 5, cukup ditulis Atribut
“type” tidak lagi diperlukan untuk link CSS dan javascript.
5. Lebih rapi
dan terstruktur
Dengan
markup baru, layout di HTML 5 menjadi lebih rapi dan lebih bermakna. Pengunaan
tag-tag layout baru dan lainnya lebih deskriptif dibandingkan dengan berbagai
ID maupun class.
6.
Mengurangi penggunaan plugin
HTML 5
menyediakan dukungan terhadap fitur-fitur yang sebelumnya memerlukan plugin,
seperti video, audio, penggambaran, dan socket. Sehingga untuk memutar video
dari web, plugin seperti adobe flash player tidak lagi dibutuhkan.
7.
Penyimpanan data yang lebih baik
Penyimpanan
data sementara di browser seperti ketika mememasukkan item ke keranjang belanja
ketika berbelanja online, pada umumnya menggunakan cookies. Namun cookies
ternyata mempunyai kelemahan, yaitu kapasitas yang kecil dan informasi selalu
disimpan di header HTTP request. Hal ini berarti cookies selalu berada dalam
lalu lintas request web browser ke server, bahkan ketika informasi di cookies
tidak perlu dikirim ke server. Dengan web storage kelemahan tersebut dapat
diatasi. Web storage memiliki kapasitas penyimpanan yang besar dan informasi
disimpan secara lokal di web browser.
Kekurangan HTML 5
1. Menghasilkan halaman yang statis, untuk memperoleh halaman
yang dinamis harus menggunakan bahasa pemrograman tertentu seperti
Javascript dan animasi seperti Flash.
2. Memiliki tag-tag yang begitu banyak sehingga susah dipelajari
untuk yang masih awam.
3. Tidak dapat menghasilkan halaman yang interaktif.
Selain kelebihan dan kekurangan di atas, HTML 5 juga
memiliki elemen-elemen dan atribut baru serta javascript API yang memperkaya
fitur sebuah aplikasi web. Bahkan, game pun dapat dibuat dengan bermodalkan
HTML 5, CSS, dan Javascript. Untuk itu, tidak heran mengapa
perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Mozilla, Google,
Facebook, dan perusahaan besar lainnya telah mendukung HTML 5 sebagai web masa
depan. Jadi, bagi anda yang sudah ataupun ingin berkecimpung di dunia web, tidak
ada salahnya mempelajari HTML 5.
http://deaalifa94.blogspot.com/2012/11/langkah-langkah-membuat-html-5.html
Download file di sini:
HTML5(.pdf)
HTML5(.pdf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar